header_v9.png

MOTTO PTUN Banjarmasin : MANTAP (Mandiri, Adil, Netral, Transparan, Akuntabel, Profesional) - PTUN Banjarmasin Siap Memberikan Pelayanan Yang Berkeadilan Kepada Masyarakat

Berita Terkini & Pengumuman

Written by PTUN Banjarmasin on .

Written by PTUN Banjarmasin on . Hits: 387

PEMBINAAN OLEH KETUA KAMAR TATA USAHA NEGARA MAHKAMAH AGUNG RI


Banjarmasin, 8 Agustus 2025

Pengadilan Tata Usaha Negara merupakan pilar penting dalam sistem peradilan di Indonesia, yang hadir sebagai wadah bagi masyarakat pencari keadilan. Lembaga ini menjadi tempat di mana setiap warga negara dapat menyampaikan keluh kesah, sengketa, dan permasalahan hukum yang timbul dari keputusan atau tindakan Pejabat Tata Usaha Negara.

Sebagai bagian dari peradilan yang menjunjung tinggi supremasi hukum, Pengadilan Tata Usaha Negara berperan untuk menampung setiap persoalan secara adil, terbuka, dan profesional, dengan mengedepankan prinsip kepastian hukum serta perlindungan terhadap hak-hak warga negara.

Maka dari itu demi menjaga Pengadilan Tata Usaha Negara tetap berjalan diporosnya, perlu diadakan kegiatan pembinaan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pemahaman dan profesionalisme aparatur di lingkungan peradilan TUN. Pembinaan ini dilakukan oleh Ketua Kamar (TUAKA) Tata Usaha Negara (TUN) Mahkamah Agung RI, Prof. Dr. H. Yulius, S.H., M.H., yang dalam kegiatan ini membuktikan bahwa Mahkamah Agung RI terus berkomitmen memperkuat integritas dan kualitas pelayanan peradilan. Dalam kegiatan pembinaan ini diikuti oleh Plh. Ketua, Hakim dan segenap jajaran Kepaniteraan secara daring di ruang media center Pengadilan Tata Usaha Negara Banjarmasin.

H. Hendro Puspito, S.H., M.Hum. selaku Panitera Muda Perkara TUN Mahkamah Agung RI berkesempatan membuka agenda pembinaan. Dalam sambutannya beliau turut menyampaikan materi mengenai prosedur administratif serta kelengkapan berkas pengajuan upaya hukum Kasasi dan Peninjauan Kembali (PK) secara elektronik yang harus dicermati oleh satker tingkat pertama sebagai pengaju, sangat diperlukan sifat kehati-hatian dikarenakan maraknya kasus-kasus penipuan yang bila mana luput dari perhatian bisa membuat marwah Mahkamah Agung dan Peradilan yang berada dibawahnya buruk dimata masyarakat dan pencari keadilan.

Dalam amanatnya, Ketua Kamar Tata Usaha Negara (TUN) Prof. Dr. H. Yulius, S.H., M.H., menyampaikan harapan yang mendalam kepada seluruh jajaran aparatur peradilan TUN. Beliau menegaskan bahwa Pengadilan Tata Usaha Negara harus menjadi pengadilan yang tidak hanya menyelesaikan sengketa secara hukum, tetapi juga mampu mewujudkan perdamaian melalui setiap putusan yang dibuat oleh para Hakim. Ketua Kamar TUN juga mengajak para Hakim untuk senantiasa menempatkan nilai-nilai kemanusiaan, kebijaksanaan, dan kemanfaatan hukum di atas kepentingan pribadi atau golongan. Dengan demikian, Pengadilan Tata Usaha Negara dapat menjadi teladan sebagai lembaga yang menghadirkan keadilan yang menenangkan, kepastian hukum yang jelas, dan kemanfaatan yang nyata bagi seluruh pencari keadilan.

Dengan dilakukan pembinaan ini diharapkan Pengadilan Tata Usaha Negara hadir bukan sekadar memutus perkara, melainkan juga menjadi penjaga harmoni antara masyarakat dan penyelenggara negara, sehingga hukum dapat menjadi panduan yang pasti dan keadilan dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat dengan asas keadilan dan kaidah hukum. (PTIP/Mrk)

DSC07484 11zon

DSC07474 11zon

DSC07470 11zon

Add comment


Security code
Refresh