header_v9.png

MOTTO PTUN Banjarmasin : MANTAP (Mandiri, Adil, Netral, Transparan, Akuntabel, Profesional) - PTUN Banjarmasin Siap Memberikan Pelayanan Yang Berkeadilan Kepada Masyarakat

Berita Terkini & Pengumuman

Written by Muhammad Rizal Kodapi on .

Written by Muhammad Rizal Kodapi on . Hits: 159

HARI ULANG TAHUN IKAHI KE - 73


Banjarmasin, 21-22 April 2026

Banjarmasin & Jakarta – Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) sukses menyelenggarakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 tahun 2026 yang berlangsung selama dua hari berturut-turut. Rangkaian acara yang dimulai dengan pendalaman materi hukum di daerah hingga puncak perayaan di tingkat pusat ini menjadi momentum krusial bagi transformasi peradilan Indonesia.

Pada Selasa, 21 April 2026, IKAHI Cabang Banjarmasin menyaksikan Seminar Nasional yang bertempat di Pengadilan Negeri Banjarmasin. Acara bertajuk "Pemidanaan dalam KUHP Tahun 2023 dan KUHAP Tahun 2025" ini dihadiri langsung oleh pimpinan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banjarmasin, yakni Ketua Bapak Bambang Soebiyantoro, S.H., M.H., Wakil Ketua Ibu Dewi Asimah, S.H., M.H., serta segenap Hakim PTUN Banjarmasin.

Dalam seminar tersebut, ditekankan bahwa pemberlakuan regulasi baru ini merupakan pergeseran besar menuju hukum pidana yang restoratif, di mana Hakim didorong untuk mengoptimalkan pidana non-penjara sesuai mandat SEMA Nomor 1 Tahun 2026 demi memulihkan keseimbangan sosial.

Dalam seminar tersebut Yang Mulia Ketua Mahkamah Agung RI Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H. menyampaikan Pemberlakukan KUHP 2023 dan KUHAP 2025 sebagai proses pembaruan sistem hukum di Indonesia, dimana hukum pidana tidak diposisikan sebagai sarana pembalasan atas perbuatan pidana, melainkan sebagai instrumen yang memiliki fungsi korektif dan restoratif yakni memulihkan keseimbangan sosial yang terganggu, memberikan perlindungan yang memadai bagi korban dan mendorong proses reintegrasi sosial pelaku. Penguatan pidana non-penjara dan berbagai bentuk tindakan memperoleh relevansinya sebagai alternatif pemidanaan yang lebih proporsional, adaptif dan selaras dengan tujuan pemidanaan modern.

Rangkaian HUT IKAHI mencapai puncaknya pada Rabu, 22 April 2026. Acara puncak yang mengusung tema "Hakim Terpercaya, Rakyat Sejahtera" ini diselenggarakan dengan khidmat di Balairung Gedung Mahkamah Agung, Jakarta Pusat. Ketua Umum PP IKAHI, Prof. Dr. H. Yanto, S.H., M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa di fase kedewasaan organisasi ini, peningkatan kesejahteraan yang diberikan negara harus dijawab dengan dedikasi profesional dan putusan yang mencerminkan keadilan substantif.

Puncak acara semakin bermakna dengan pesan mendalam dari Yang Mulia Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H. Beliau menegaskan bahwa tema "Hakim Terpercaya, Rakyat Sejahtera" bukanlah sekadar slogan, melainkan sebuah pernyataan nilai dan arah moral.

Beliau menyampaikan 7 Pesan Utama sebagai pedoman bagi seluruh hakim di Indonesia:

Pondasi Otoritas: Kepercayaan masyarakat merupakan pondasi utama bagi terbentuknya otoritas yudisial.

Kriteria Hakim: Perlunya merumuskan secara lebih konkret kriteria hakim yang benar-benar terpercaya.

Humanisme Yudisial: Diperlukan pendekatan yang menampakkan sisi humanis dalam setiap proses peradilan.

Keadilan sebagai Kesejahteraan: Kesejahteraan masyarakat tidak hanya tercukupi secara ekonomi, tetapi juga terpenuhi melalui akses keadilan.

Hubungan Kausal: Hubungan antara hakim terpercaya dan rakyat sejahtera bersifat kausal dan sistematik, bukan kebetulan.

Pilar Moral: Peran IKAHI bukan sekadar wadah organisasi, melainkan pilar moral bagi setiap hakim.

Kepemimpinan yang Tulus: Bagi para hakim, terutama pimpinan pengadilan, jabatan harus ditunaikan dengan rendah hati, hati-hati, dan sepenuh hati.

Sebagai langkah nyata, Prof. Sunarto juga menegaskan 3 Komitmen Utama yang harus dipegang teguh oleh setiap insan hakim:

1. Menjaga Integritas.

2. Meningkatkan Profesionalitas.

3. Menghadirkan Putusan yang Profesional.

Menutup pesannya, beliau menegaskan bahwa kualitas seorang hakim berkaitan erat dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Hakim yang terpercaya akan melahirkan kepastian hukum yang sehat, yang pada akhirnya menjadi prasyarat bagi kemakmuran dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Acara puncak ini diakhiri dengan serangkaian prosesi yang sarat akan makna penghormatan dan kepedulian sosial, di antaranya:

Penghormatan Purnabhakti: Pemberian cenderamata kepada Purnabhakti Pelindung dan Purnabhakti Ketua Umum PP IKAHI sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam membangun organisasi.

Dukungan Antar-Lembaga: Pemutaran video ucapan selamat HUT IKAHI dari para pimpinan lembaga tinggi negara, mulai dari Ketua MPR, Ketua DPR, Ketua DPD, Ketua MK, Ketua KY, Jaksa Agung, hingga Kapolri, yang menunjukkan sinergitas kuat antar penegak hukum dan lembaga negara.

Tali Asih dan Kemanusiaan: Penyerahan tali asih kepada putra-putri almarhum/almarhumah hakim yang meninggal dunia dalam menjalankan tugas, sebagai wujud solidaritas dan perhatian keluarga besar IKAHI terhadap aspek kemanusiaan.

Apresiasi Akademik: Pengumuman pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) IKAHI Tahun 2026 yang menjadi wadah pengembangan intelektualitas para hakim.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama yang menggambarkan kebersamaan dan soliditas korps hakim. Dengan berakhirnya rangkaian acara ini, diharapkan semangat "Hakim Terpercaya, Rakyat Sejahtera" dapat terimplementasi dalam setiap langkah penegakan hukum di seluruh penjuru Indonesia, termasuk di lingkungan PTUN Banjarmasin.(PTIP/Mrk)

ikahi1

ikahi2

ikahi3

Add comment


Security code
Refresh